Undang Undang Adat : Tinjauan Pranata Hukum Adat Minangkabau dalam Teks Kuno
DOI:
https://doi.org/10.55606/protasis.v2i2.128Keywords:
Customary Law, Minangkabau, TextAbstract
Malay culture that developed in the Nusantara provides an intellectual heritage in the form of ancient texts, one of which text of Undang Undang Adat (UUA). The UUA text is a text containing Minangkabau customary law. This text was written in 1858 by Datuk Raja Bandara using Arabic-Malay script. The aim of this research is to reveal Minangkabau customary law institutions in the UUA Text. The method used in this research is descriptive qualitative. Data obtained from the text will be analyzed and explained systematically. Based on reviewing the contents of the text, this research produces findings of customary legal institutions which include (1) cupak nan duo, namely cupak usali and cupak artificial, (2) four laws, namely the nagari law, law in nagari, law -luhak law, and nan twenty laws, (3) kato nan ampek namely kato pusako, kato mufakat, kato kudian bacari, kato dulu batapati, (4) judge's debt or obligation of the judge, and (5) sanctions for violations custom.
References
Alfadrian. (2019). EKSISTENSI HUKUM ADAT MINANGKABAU DALAM PENERAPAN SANKSI DENDA TERHADAP PELAKU ZINA DI NAGARI LIMO KAUM KECAMATAN LIMA KAUM. 6(1), 1–15.
Amin, I. (2022). Implementasi Hukum Islam Dalam Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Di Minangkabau. Ijtihad, 38(2), 1–11.
Asniah, A. (2023). Akulturasi Islam Dan Hukum Adat Minangkabau. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 18(1), 1–24. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan
Cahyono, L. D. (2021). Pandangan Hukum Islam Terhadap Sanksi Adat Ditinggian Janjang Di Minangkabau. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1). https://journals.fasya.uinib.org/index.php/sakena/article/view/283
Fatia Ramadani. (2022). PEWARISAN TANAH PUSAKO TINGGI AHLI WARIS YANG SUDAH PUNAH DI NAGARI ARIPAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK MENURUT HUKUM ADAT MINANGKABAU DAN HUKUM ISLAM [Institut Agama Islam Negeri Batusangkar]. In INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI. www.aging-us.com
Islamiati, A. P., Silalahi, F. I. P., & Akmal, Z. (2021). Sistem Pemerintahan Adat Melayu Dalam Kaum Pesukuan Di Luhak Kepenuhan. JIP ( Jurnal Industri Dan Perkotaan ), 17(1), 36. https://doi.org/10.31258/jip.17.1.36-46
Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Yogyakarta Press. http://www.academia.edu/download/35360663/METODE_PENELITIAN_KUALITAIF.docx
Murtir Jeddawi, & Rahman, A. (2020). Identifikasi Hukum Adat yang Masih Berlaku Dalam Penyelesaian Persoalan Sosial di Desa Kawo Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Konstituen, 2(2), 89.
Nabilah, W., Putri, D., Octavia, N. ’Aini, Rizal, D., & Warman, A. B. (2022). Implikasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) terhadap Kerukunan Kehidupan Beragama di Ruang Digital. Dialog, 45(1), 69–80. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i1.527
Nova, E. (2023). PENERAPAN RESTORATIVE JUSTIVE DALAM PENYELESAIAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEBAGAI PERWUJUDAN HAK ASAL USUL DI SUMATERA BARAT. 7(2), 817–835.
Ramala, D. E. (2020). Aksara Jawi : Warisan Budaya Dan Bahasa Alam Melayu Dalam Tinjauan Sosiolinguistik. Jurnal Islamika, 3(2), 1–13. https://doi.org/10.37859/jsi.v3i2.2000
Rizki & Zulfiko. (2022). Proses Penyelesaian Tindak Pidana Perzinaan Agam. Sumbang 12 Journal, 01(01), 59–74.
Sentana, M. R. D. H., Astara, I. W. W., & Sugiartha, I. N. G. (2020). Peranan Hakim untuk Mendamaikan Para Pihak yang Bersengketa dalam Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Denpasar. Jurnal Analogi Hukum, 2(2), 203–208. https://doi.org/10.22225/ah.2.2.1933.203-208
Sidiq, U., & Choiri, M. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). http://repository.iainponorogo.ac.id/484/1/METODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKAN.pdf
Sola, E. (2020). “BUNDO KANDUANG” MINANGKABAU Vs. KEPEMIMPINAN. Jurnal Sipakalebbi, 4(1), 346–359. https://doi.org/10.24252/jsipakallebbi.v4i1.15523
Syarif, A. (2023). PERGESERAN FUNGSI MAMAK DI MASYARAKAT DI KENAGARIAN PEMATANG PANJANG DI TINJAU DARI ASPEK HUKUM ADAT MINANGKABAU.
Tarwiyani, T. (2021). Sejarah Kebudayaan Melayu. Historia : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 86–93. https://doi.org/10.33373/hstr.v6i2.3085
Warman, A. B. (2019). Dinamika Perkembangan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Ijtihad, 35(2), 11–28. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/ijtihad/article/view/14
Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai , 7(1), 2896–2910.
Wulandari, Y., & Merawati, F. (2022). Ajaran Berbudi dalam Sampiran Pantun Adat Minangkabau. Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Seni, 23(2), 124–140.
Yulianti, Y., Syahir Muharam, A. A., & Lestari, F. (2020). Undang-Undang Sumatera Barat (Minangkabau) Tahun 1837-1862. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 4(1), 31–60. https://doi.org/10.15575/hm.v4i1.9185
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.